Ahmed Zaki: Google orat-oret pada aktor film Mesir alias Black Tiger

Ahmed Zaki: Google orat-oret pada aktor film Mesir alias Black Tiger

Ahmed Zaki kemudian berakting di lebih dari 60 film dan dua lusin drama sepanjang kariernya yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Kredit Gambar: Google orat-oret


Selamat Ulang Tahun Ahmed Zaki !!!

Google hari ini mempersembahkan orat-oret yang indah untuk Ahmed Zaki yang berusia 71 tahunstulang tahun. Dia adalah salah satu pria paling ikonik di sinema Mesir dan dicirikan oleh bakat, keterampilan, dan kemampuannya dalam meniru.



Ahmed Zaki (awalnya bernama Ahmed Zaki Metwally Abdelrahman Badawi) lahir di kota Zagazig, sekitar 50 mil sebelah utara Kairo, Mesir pada tanggal 18 November 1949. Dijuluki 'Macan Hitam' setelah peran titulernya dalam film tinju 1984, Ahmed Zaki adalah salah satu aktor berkulit gelap pertama yang memainkan peran utama dalam film Mesir dan membantu mengubah wajah industri film Arab selamanya.

Pada awal karirnya Ahmed Zaki muncul dalam sejumlah drama, terutama komedi Hello, Shalaby dan Madrasat al-Mushaghibin (School of the Rowdies), sebuah produksi yang berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi banyak aktor Mesir terkemuka.


Ahmed Zaki membuat film pertamanya, Abnaa Elsamt (Children of Silence), pada tahun 1974. Pada tahun 1980 ia telah membuat enam film, termasuk (Alexandria, Why?) Dengan sutradara Mesir yang paling terkenal, Youssef Chahine. Zaki tampil di lebih dari 60 film sepanjang karirnya.

Ahmed Zaki kemudian berakting di lebih dari 60 film dan dua lusin drama sepanjang kariernya yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Dia juga membintangi serangkaian film aksi yang sukses selama pertengahan dan akhir 1990-an. Dua kesuksesan terbesarnya adalah memerankan presiden Mesir dalam dua film populer yang menjadi landmark sinema Arab.


Kontribusi Ahmed Zaki untuk dunia film Mesir termasuk sarung tinju untuk Al Nimr Al Aswad (Harimau Hitam), kepiting melambangkan Kaboria (Kepiting), kamera untuk Edhak El-Sora Tetlaa 'Helwa (Senyum, Gambar Akan Keluar Baik), dan hewan dari Arba'a Fi Muhimma Rasmiya (Empat dalam Misi Resmi). Dia dikenal karena mengambil film yang menyentuh masalah sosial-politik dan mendapat pujian karena penggambarannya yang bernuansa tokoh sejarah yang kompleks.

Ahmed Zaki dipandang sebagai ikon dan juru bicara bagi rata-rata pemuda Mesir, ia juga dianggap sebagai pewaris Farid Shawki sebagai Malek El Terso ('Raja Kelas Tiga' - sebutan untuk popularitasnya di kalangan orang miskin, yang membeli yang ketiga. kursi -kelas di bioskop) di sebuah majalah Mesir.


Zaki adalah seorang perokok berat. Dia telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dar Al Fouad di Kota Enam Oktober. Presiden Mesir saat itu, Hosni Mubarak ingin mengirimnya ke Prancis untuk perawatan medis atas biaya pemerintah tetapi aktor tersebut meninggal karena komplikasi kanker paru-paru pada 27 Maret 2005. Dia baru berusia 55 tahun.

Sebuah buku tentang Zaki telah dirilis dengan judul Ahmad Zaki wa Symphoniet Ibda (Ahmad Zaki: A Symphonic Innovation Masterpiece). Ini memberikan informasi rinci tentang karir aktingnya dalam bentuk artikel oleh kritikus yang berbeda termasuk Tareq Al Shinawi, Mohammad Al Shafe'ee dan Waleed Saif.

Baca juga: Giles Gilbert Scott: Google orat-oret pada arsitek Inggris abad ke-20 pada ulang tahun ke-140